Aku adalah pengendara motor..ga mewah memang dan hanya sebuah motor matic biasa. Biasa aku sebut dengan VR. Sebelum berangkat kantor aku terbiasa untuk mengisi bensin dulu dunks, buat si Vr ga keausan di jalan..karena kasian kalau dy sampai keausan.
Dulu-dulu aku tidak pernah membedakan antara Pertamina dan Shell, tapi hari ini bahkan pagi ini aku mulai mengumumkan bahwa ternyata diantara mereka memang berbeda. HUH!!
Pagi ini seperti biasa dengan niat aku akan mengisi bensin si Vr dan ternyata Shell tempat langganan dan dekat dengan area kosanku tutup, entah ada apa sebenarnya karena pintu masuknya di palang :( tapi ya sudahlah aku pikir masih ada pom bensin lain yaitu Pertamina di jalan aku menuju kantor. Pom pertama aku datangi cukup full karena mengantri cukup panjang karena kalau di Pertamina itu dibuatkan 1 mesin khusus untuk pengendara motor. Karena mengantri cukup panjang akhirnya kembali aku berpikir bahwa masih ada 1 pom lagi di jalan yang menuju kantorku. Oiya kenapa aku bersikeras untuk tetap mengisi si Vr di pagi hari itu dikarenakan perjalan Jakarta yang macet dan pastinya akan cukup banyak menguras bensinnya si Vr dan daripada tiba2 si Vr keausan dijalan dan jauh dari pom jadi mending cari aman deh :)
Nah di pom bensin pertamina kedua kembali kejadian mengantri cukup panjang tapi aku lihat disini di buka 1,5 mesin untuk motor, lumayanlah. Ya sudah aku pikir daripada keausan nanti ditengah perjalanan aku paksakan untuk tetap mengantri. Dan selama aku mengantri, mataku berkeliling melihat sekitar ada apa ajah seh disana untuk bisa aku jadikan hiburan :D. Di pom tersebut terdiri dari 5 mesin dan 1,5 mesin digunakan untuk pengendara motor dan itupun sudah mengantri cukup panjang. Sisanya adalah untuk Mobil dan aku lihat tidak banyak mobil yang mengisi maka dari itu aku coba menawarkan "Mba disitu kosong, boleh tidak kita antri disana juga karena antrian sudah panjang" saat panggilan pertama di cuekin alias si Mba penjaganya sengaja untuk berpura2 tidak melihat aku. Dan kembali aku kencangkan suaraku untuk dy tetap perhatian kepadaku, akhirnya Mba penjaga dan menoleh ke arahku maka kembali aku meneriakkan maksud pertamaku tadi. Dan mau tau jawaban dari Mbanya "Antri ajah disitu Mba" dengan muka yang tidak ada senyum. Yah akhir..aku pasrah saja mengantri untuk menunggu giliran bersama dengan pengendara lain.
Wow..so amaze dengan melihat kejadian seperti itu. Saat itu, aku berpikir inilah kolotnya pola pikir Indonesia. Yang tidak memiliki jiwa service dan tidak memiliki aturan yang fleksible. Jadi kalau aturannya sudah baku A maka yang diajalankan harus A. :(
Berbeda sekali dengan di Shell..jika mereka melihat motor sudah mengantri panjang dan penjaganya tidak ada yang di kerjakan maka mereka akan berinisiatif menawarkan kepada kami mengisi mesin yang kosong dan mereka tetap melakukannya dengan senyum.
Yah begitulah kisahku hari ini. Kupastikan saat ini bahwa aku enggan untuk isi bensin di Pertamina meskipun sebenarnya Pertamina adalah kepemilikan Indonesia. Tapi service dan aturan yang ada disana tidak membuat pemakainya menjadi nyaman. :(
No comments:
Post a Comment