Monday, August 6, 2012
Saya (juga) orang Indonesia
Kadang hidup tidak bisa memilih dengan keadaan yang ada saat ini, dengan siapa saya bermain dan dengan siapa saya berteman. Seperti saya sekarang lagi nonton bersama seorang teman untuk menonton sebuah film yang mungkin akan dipandang seseorang dengan pandangan yang berbeda. But I'm here..enjoy the show.
Wacana dalam film ini adalah tentang realita kehidupan kaum marginal, memang tidak bisa dipungkiri dan dielakkan bahkan kitapun tidak bisa menganggap mereka tidak ada karena buktinya mereka ada dan berada disekitar kita, bahkan mungkin sangat dekat dengan kehidupan kita tanpa kita sadari.
Menurut saya, mereka tidak salah dan tidak pernah salah dengan semua pilihan. Mereka juga tidak ingin menjadi seseorang yang berbeda dan menjadi kaum "Marginal". Dalam hidup manusia yang tercipta hanya 2 pemikiran "Logika dan Perasaan". Jika dimana kita mengikuti logika, maka yang tercipta hanya kenormalan karena semua sesuai dengan jalannya. Namun disaat kita mengikuti hati dan perasaan kita, maka banyak akan terjadi penyimpangan2 dan ketidaknormalan kehidupan manusia.
Kalimat2 yang selalu terucap dari kaum mereka adalah " Selalu gw yang mencoba untuk mengerti dan gw juga yang selalu bersabar". Mengapa kalimat itu menjadi sebuah kalimat yang terasa sangat dalam maknanya? Karena mereka adalah kaum yang tersembunyi, kaum dimana mereka tidak boleh menampilkan wajah asli mereka, kaum dimana mereka dipaksakan untuk menjadi seseorang yang berbeda demi arti sebuah kata "Normal".
Akhirnya banyak yang mengambil keputusan untuk berbohong dan diam2 untuk menjalani semuanya yang berdasarkan atas nama cinta. Mereka menjalani dua kehidupan yang sangat bertolak belakang. Karena dengan dia menjadi seorang yang berasal dari kaum marginal maka mereka tidak akan bisa diterima oleh masyarakat, jangankan berharap bisa diterima di masyarakat bahkan dilingkungan keluarga inti, mereka banyak yang tidak diterima dan terbuang.
Indonesia..Indonesia adalah negara kami, dimana tempat kami dilahirkan dan dibesarkan. Adat timur yang kami junjung dan kami sangat menghargai itu. Namun saat ini disaat semua sudah menjadi satu dan hidup dalam sebuah lingkungan yang nyata, maka tidak ada lagi perbedaan diantara kita karena "Saya (juga) orang Indonesia". Mereka bukanlah kaum yang terlahir dan dilahirkan hanya untuk dihina dan dikucilkan. Mereka hanya ingin dianggap sama sebagai manusia seperti kita, perbedaannya hanya pada status Transgender.
Subscribe to:
Comments (Atom)
