Di penghujung bulanku..
Banyak hal yang sudah berlalu..
Ku lalui semua dengan kesakitanku..
Dan ku lalui semua dengan sedikit kebahagiaanku..
Dipenghujung bulanku..
Kututup bulanku ini dengan airmataku..
Menangisku dalam tajamnya jalan berbatu..
Kini ku sadari mati rasaku dalam dunia semu..
Dipenghujung bulanku..
Kau berikan aku air kesejukan dalam kesendirianku..
Kesejukan pagi yang membawakan aku pada tetes embun..
Tidak lupa kupanjatkan jalanku dengan syukur..
Dipenghujung bulan Februariku..
Kudapati pelajaran atas sayatan luka paku..
Membekas tancapannya dalam kalbu..
Dan hanya mampu kupandang dengan sayu..
Dipenghujung bulan Februariku..
Tanah basah ku tulisi dengan goresan batu..
Dalam sudah goresannya pada tulisan huruf..
Namun hilang tiada bekas hanya dengan satu siraman..byurr..
Saturday, February 26, 2011
Kesadaran
Saat rasaku hadir..
Engkau datang dengan kesabaran..
Saat rasa sayangku hadir..
Engkau datang dengan segala perhatian dan cinta..
Dan di saat rasa cintaku hadir..
Hanya penyesalan yang menjadi penyisaan atas cinta..
Di dalam kesadaranku aku menangis..
Yang hanya berdasarkan pada hati..
Di dalam kesadaranku pula aku menjerit..
Suara hati yang tidak mampu disampaikan lewat angin..
Dan di dalam kesadaranku aku sakit..
Karena kini aku sadar bahwa cinta tak selamanya dapat dimiliki..
Engkau datang dengan kesabaran..
Saat rasa sayangku hadir..
Engkau datang dengan segala perhatian dan cinta..
Dan di saat rasa cintaku hadir..
Hanya penyesalan yang menjadi penyisaan atas cinta..
Di dalam kesadaranku aku menangis..
Yang hanya berdasarkan pada hati..
Di dalam kesadaranku pula aku menjerit..
Suara hati yang tidak mampu disampaikan lewat angin..
Dan di dalam kesadaranku aku sakit..
Karena kini aku sadar bahwa cinta tak selamanya dapat dimiliki..
Thursday, February 24, 2011
LENTERA CINTA
by Pia Uthopia
Seribu kali ku coba menghindari
Seribu kali ku coba tak kembali
Namun langkahku menjadi kian pasti
Menatap bayangmu dalam cinta yang semu
Seribu kali ku menatap gambarmu
Seribu kali ku menyebut namamu
Hasrat padamu kian mendesak kalbu
Namun selalu aku merasakan tak mampu
Reff:
Kemana ku harus melangkah
Jejakmu samar-samar ku ikuti
Kemana ku harus melangkah
Cintamu terlalu sulit untukku
Terangilah kasih lentera cintamu itu
Agar ku tak jatuh dalam kegelapan
Agar ku tak jatuh dalam kegelapan
Back to Reff:
Terangilah kasih lentera cintamu itu
Agar ku tak jatuh dalam kegelapan
Terangilah kasih lentera cintamu itu
Agar ku tak jatuh dalam kegelapan
Agar ku tak jatuh dalam kegelapan
Seribu kali ku coba menghindari
Seribu kali ku coba tak kembali
Namun langkahku menjadi kian pasti
Menatap bayangmu dalam cinta yang semu
Seribu kali ku menatap gambarmu
Seribu kali ku menyebut namamu
Hasrat padamu kian mendesak kalbu
Namun selalu aku merasakan tak mampu
Reff:
Kemana ku harus melangkah
Jejakmu samar-samar ku ikuti
Kemana ku harus melangkah
Cintamu terlalu sulit untukku
Terangilah kasih lentera cintamu itu
Agar ku tak jatuh dalam kegelapan
Agar ku tak jatuh dalam kegelapan
Back to Reff:
Terangilah kasih lentera cintamu itu
Agar ku tak jatuh dalam kegelapan
Terangilah kasih lentera cintamu itu
Agar ku tak jatuh dalam kegelapan
Agar ku tak jatuh dalam kegelapan
Tuesday, February 15, 2011
Kejujuran Hati
Tidak ada yang salah pada hati..
Tidak ada yang salah pada perasaan..
Tidak ada yang salah pada cinta..
Dan tidak ada yang salah pada jalannya perasaan hati..
Kadang kita tidak bisa bohong untuk semua..
Hanya mampu jalani seperti arus air yang membawa..
Bahwa kita butuh teman..
Untuk kita dapat berbagi suka dan duka..
Saat senang tertawa bersama..
Saat duka menemani untuk menguatkan..
Dan semua berjalan tanpa melihat adanya logika..
Tidak ada yang salah pada perasaan..
Tidak ada yang salah pada cinta..
Dan tidak ada yang salah pada jalannya perasaan hati..
Kadang kita tidak bisa bohong untuk semua..
Hanya mampu jalani seperti arus air yang membawa..
Bahwa kita butuh teman..
Untuk kita dapat berbagi suka dan duka..
Saat senang tertawa bersama..
Saat duka menemani untuk menguatkan..
Dan semua berjalan tanpa melihat adanya logika..
Monday, February 14, 2011
Gundah
Tidak terpikir akan tinggal bersama
Tidak terpikir akan hidup bersama
Jika memang tidak terpikirkan semuanya..
Untuk apa semua kebersamaan..
Mencintai dan menyayangi dengan sebuah keikhlasan
Mencintai dan menyayangi dengan segala kesederhanaan
Disadari tak dapat dipaksakan arti sebuah kebersamaan
Menjadi seperti yang diinginkan..
Tersadar dalam semu kebersamaan..
Dengan tidak adanya sebuah tujuan..
Namun tak mampu pula melangkah meninggalkan..
karena hanya hati yang bicara..
Tak ada logika bermain dalam hasrat..
Lewati segala pemikiran..
Dengan hanya berdasarkan pada perasaan..
Dan belum terjawab semua gundah,,
Friday, February 11, 2011
Kehadirannya yang Menghilang
Makhluk manis itu hadir..
Perhatiannya..
Tawanya..
dan segala kehangatannya membuat aku nyaman..
Namun aku tau...tak mampu ku menggapainnya..
mimpiku..kembali hilang dan melayang..
Entah apa yang sedang dipikirkannya..
tentang keberadaan diriku..
Aku begitu menginginkannya..
Dan aku tau kembali dia pergi..
Perhatiannya..
Tawanya..
dan segala kehangatannya membuat aku nyaman..
Namun aku tau...tak mampu ku menggapainnya..
mimpiku..kembali hilang dan melayang..
Entah apa yang sedang dipikirkannya..
tentang keberadaan diriku..
Aku begitu menginginkannya..
Dan aku tau kembali dia pergi..
Wednesday, February 9, 2011
Just Sharing
Saat aku mengajukan pengunduran diri..semua mendukung..ku ungkap semua dengan kejujuran..namun belum dan entah..Apakah aku akan mengungkap alasan pengunduran diriku yang sebenarnya..
Saat awal aku ceritakan, Aku ada panggilan disebuah perusahaan dan mereka membutuhkan aku dengan segera..dukungan itu tetap ada..saat aku katakan 2 minggu..OK..kata2 itu terucap..saat aku mengajukannya..ternyata..TIDAK OK..dan menyuruhku untuk sedikit lebih menghargai karena masa baktiku yang tidak sebentar di tempat itu..
Harus 30 hari..Ok..dan akhirnya aku berpikir kembali terkait dengan semua penahanan yang dilakukan..terhadap Gaji dan lain-lainnya yang menjadi hak-ku..kumasukkan tgl akhir menjadi 28 Februari karena terpikir bahwa aku akan mengambil cuti sejak tanggal 21 Februari..
Kembali aku terbentur dengan peraturan..yang tidak memperbolehkan aku cuti..aku ikuti aturan main dengan tetap bertahan ditanggal 28 Februari dengan konsekuensi aku harus bertahan terhadap ketidaknyamanan yang ada..rasa 1 bulan seperti 1 tahun..yang rasanya waktu berjalan dengan lambat.
Ternyata tempat baru tetap menuntutku tanggal 21 Februari sudah disana..berpikir..berpikir..kutanyakan semua dana yang harus diselesaikan..akhirnya..aku putuskan ulang kembali untuk koreksi tanggal resign dari 28 Februari menjadi 21 Februari..dan akan kuselesaikan semua kewajibaku terhadap perusahaan.
Koreksi tanggal resign aku konfirmasikan secara lisan dan setelah beberapa hari tidak ada pembahasan. Akhirnya beranikan diri dengan mengungkapkan dengan sebuah tulisan..tapi..kenapa..??semua berubah menjadi dingin dan penuh dengan ungkapan kemarahan seperti perang dingin. Kemudian keluar tulisan Ungrateful person. Is it for me..??ok..aku terima jika memang ditujukan kepadaku.
Tibalah kini saatnya aku meminta siapakah yang menjadi PIC pengganti dan ku berharap adanya dedicated. Bukan aku sombong akan pekerjaanku, tapi memang seperti itulah adanya bahwa pekerjaanku tidak mudah seperti membalikkan telapak tangan.
Bulan Januari, aku bertanya mengenai penggantiku..Tenang, pasti ada..konfirmasi terakhir 3 Februari, tanggal 7 akan ada masuk anak baru yang akan belajar dengan Diana terkait dengan pekerjaan yang Diana kerjakan. Tanggal 7 Februari kembali aku menagih untuk karyawan yang akan belajar pekerjaan aku. Jawabannya adalah TIDAK ADA, dan yang akan belajar ada 3 orang. So aku yang harus mengikuti jadwal mereka dan bukan mereka yang mengikuti jadwalku.
Ternyata permintaan percepatanku akhirnya mendapatkan jawaban yaitu dipersulit. Bukan jawaban persetujuan yang kudapat melainkan jawaban beberapa pekerjaan yang harus aku selesaikan dalam waktu sebelum aku resign.
Entah apa sebenarnya yang mereka pikirkan..??
Dan semua pekerjaan itu harus selesai sebelum waktu tanggal resign aku tiba dan aku akan mengerjakan sendiri tanpa bantuan meskipun itu bukan pekerjaan aku dalam bidang Filing dokumen yang ada di area unit itu.
Suatu hari saat aku makan siang, aku menawarkan untuk membelikan makan siang. Namun berujung aku yang dimarahi dengan perkataan "Kamu memang keterlaluan.."
Aku ingin melupakan semuanya..namun emosi ini masih berada pada puncaknya. Dan belum mampu aku untuk menurunkan kadar emosi yang ada.
Kisahku saat aku akan melangkah ke dunia baru dan pengajuan pengunduran diri.
Aku tau tempat baru bukanlah tempat yang lebih baik untuk pemberian benefit, namun dengan diterimanya aku disana maka Allah SWT Maha Mengetahui yang terbaik untukku.
Saat awal aku ceritakan, Aku ada panggilan disebuah perusahaan dan mereka membutuhkan aku dengan segera..dukungan itu tetap ada..saat aku katakan 2 minggu..OK..kata2 itu terucap..saat aku mengajukannya..ternyata..TIDAK OK..dan menyuruhku untuk sedikit lebih menghargai karena masa baktiku yang tidak sebentar di tempat itu..
Harus 30 hari..Ok..dan akhirnya aku berpikir kembali terkait dengan semua penahanan yang dilakukan..terhadap Gaji dan lain-lainnya yang menjadi hak-ku..kumasukkan tgl akhir menjadi 28 Februari karena terpikir bahwa aku akan mengambil cuti sejak tanggal 21 Februari..
Kembali aku terbentur dengan peraturan..yang tidak memperbolehkan aku cuti..aku ikuti aturan main dengan tetap bertahan ditanggal 28 Februari dengan konsekuensi aku harus bertahan terhadap ketidaknyamanan yang ada..rasa 1 bulan seperti 1 tahun..yang rasanya waktu berjalan dengan lambat.
Ternyata tempat baru tetap menuntutku tanggal 21 Februari sudah disana..berpikir..berpikir..kutanyakan semua dana yang harus diselesaikan..akhirnya..aku putuskan ulang kembali untuk koreksi tanggal resign dari 28 Februari menjadi 21 Februari..dan akan kuselesaikan semua kewajibaku terhadap perusahaan.
Koreksi tanggal resign aku konfirmasikan secara lisan dan setelah beberapa hari tidak ada pembahasan. Akhirnya beranikan diri dengan mengungkapkan dengan sebuah tulisan..tapi..kenapa..??semua berubah menjadi dingin dan penuh dengan ungkapan kemarahan seperti perang dingin. Kemudian keluar tulisan Ungrateful person. Is it for me..??ok..aku terima jika memang ditujukan kepadaku.
Tibalah kini saatnya aku meminta siapakah yang menjadi PIC pengganti dan ku berharap adanya dedicated. Bukan aku sombong akan pekerjaanku, tapi memang seperti itulah adanya bahwa pekerjaanku tidak mudah seperti membalikkan telapak tangan.
Bulan Januari, aku bertanya mengenai penggantiku..Tenang, pasti ada..konfirmasi terakhir 3 Februari, tanggal 7 akan ada masuk anak baru yang akan belajar dengan Diana terkait dengan pekerjaan yang Diana kerjakan. Tanggal 7 Februari kembali aku menagih untuk karyawan yang akan belajar pekerjaan aku. Jawabannya adalah TIDAK ADA, dan yang akan belajar ada 3 orang. So aku yang harus mengikuti jadwal mereka dan bukan mereka yang mengikuti jadwalku.
Ternyata permintaan percepatanku akhirnya mendapatkan jawaban yaitu dipersulit. Bukan jawaban persetujuan yang kudapat melainkan jawaban beberapa pekerjaan yang harus aku selesaikan dalam waktu sebelum aku resign.
- Pembuatan flow process secara detail.
- Pembuatan berita acara serah terima jabatan yang detail dan perincian.
- Seluruh pekerjaan operasional bulanan dan harian pada bulan Februari harus diselesaikan terlebih dahulu.
- Filing seluruh dokumen yang ada di area unit untuk dapat dikirimkan segera ke Record Management.
Entah apa sebenarnya yang mereka pikirkan..??
Dan semua pekerjaan itu harus selesai sebelum waktu tanggal resign aku tiba dan aku akan mengerjakan sendiri tanpa bantuan meskipun itu bukan pekerjaan aku dalam bidang Filing dokumen yang ada di area unit itu.
Suatu hari saat aku makan siang, aku menawarkan untuk membelikan makan siang. Namun berujung aku yang dimarahi dengan perkataan "Kamu memang keterlaluan.."
Aku ingin melupakan semuanya..namun emosi ini masih berada pada puncaknya. Dan belum mampu aku untuk menurunkan kadar emosi yang ada.
Kisahku saat aku akan melangkah ke dunia baru dan pengajuan pengunduran diri.
Aku tau tempat baru bukanlah tempat yang lebih baik untuk pemberian benefit, namun dengan diterimanya aku disana maka Allah SWT Maha Mengetahui yang terbaik untukku.
Krisis Kepercayaan
Dimana aku saat ini..dimana duniaku sekarang..
Semua tak mampu aku pijakkan kaki kepercayaan..
Semua bercabang seperti tak menentukan arah..
Seperti angin..yang datang dengan kebaikan namun tiba2 menghilang..
Mengapa semua seperti memeras dan menjadikan sebuah ajang..
Ajang kesempatan dengan banyak azas manfaat dimana tak mampu aku menolak..
Ini bukan punyaku..tapi suara itu tak mampu keluar meskipun hanya desahan..
Mengapa hanya aku yang menjadi seperti budak..
Apakah mereka sengaja menjadikan aku kehilangan kenyamanan..??
Apakah mereka memang menginginkan aku beranjak dari tempatnya..??
Apakah begitu hancurnya pekerjaanku yang membuat mereka muak..??
Apakah begitu hinanya aku yang ingin bekerja dengan senyuman disekitarnya..??
Mengapa semua berjalan seperti melambat..?
Langkahku rasanya kiat berat dibuat..
Rasa mata selalu panas dari dalamnya..
Kuatkanlah aku hingga tiba waktunya..
Aku tau Dia tidak buta..
Aku tau Dia tidak akan memberikan cobaan melebihi kemampuan umat..
Aku tau Dia selalu melihat..
Dan aku tau Dia begitu sayang dengan memberikan perhatian lewat sebuah cobaan..
Semua tak mampu aku pijakkan kaki kepercayaan..
Semua bercabang seperti tak menentukan arah..
Seperti angin..yang datang dengan kebaikan namun tiba2 menghilang..
Mengapa semua seperti memeras dan menjadikan sebuah ajang..
Ajang kesempatan dengan banyak azas manfaat dimana tak mampu aku menolak..
Ini bukan punyaku..tapi suara itu tak mampu keluar meskipun hanya desahan..
Mengapa hanya aku yang menjadi seperti budak..
Apakah mereka sengaja menjadikan aku kehilangan kenyamanan..??
Apakah mereka memang menginginkan aku beranjak dari tempatnya..??
Apakah begitu hancurnya pekerjaanku yang membuat mereka muak..??
Apakah begitu hinanya aku yang ingin bekerja dengan senyuman disekitarnya..??
Mengapa semua berjalan seperti melambat..?
Langkahku rasanya kiat berat dibuat..
Rasa mata selalu panas dari dalamnya..
Kuatkanlah aku hingga tiba waktunya..
Aku tau Dia tidak buta..
Aku tau Dia tidak akan memberikan cobaan melebihi kemampuan umat..
Aku tau Dia selalu melihat..
Dan aku tau Dia begitu sayang dengan memberikan perhatian lewat sebuah cobaan..
Subscribe to:
Comments (Atom)